Jul 21, 2016

Ah! Nikmati Status Mahasiswamu, Nak!

Setelah mengalami konflik bingung mau post apa biar blog ini tidak terkesan mati suri dan penulisnya masih hidup. Maka jadilah saya iseng post tulisan ini karena dapat idenya baru hari ini, ralat! siang ini. 

Well, saya sudah balik ke Jogja lebih awal lho! ya 2 hari yang lalu saya sudah mendarat cantik di kamar kos saya yang kata ibu saya, "mbak, waktu ibu kuliah dulu kamarnya tidak sepenuh ini lho, di beresin ya mbak". Saya hanya mengangguk, perintahnya akan saya laksanakan tapi entah kapan ya buk :3. Saya benar-benar jobless banget di kosan, paling ke kampus ngumpulin slip remed terus jalan ke mal kalau ada duit ya beli, kalau nggak ada ya udah jalan aja biar keliatan sosialisasinya kan?. 

Oke, saya tidak akan berbasa-basi lama dengan post ini. Saya capek basa-basi. 

Jadi, tadi siang saya dan teman kos saya yang kebetulan juga datang lebih awal karena ada remed besok. Kami berdua sepakat cari makan siang (yang mungkin bagi saya sekaligus sarapan karena belum) di gang seberang jalan kampus. Kami pun naik motor dia, lalu setibanya di warung lesehan kami segera memesan. Kalau saya boleh cerita, warung lesehan tadi benar-benar suasana desa banget lho! di pinggirnya aja sawah hehehe. Saya ndak sebut nama tepat ya, biar nanti ndak menyinggung juga. Setelah selesai mencatat pesanan masing-masing, kami pun terlibat percakapan yang saya anggap cukup berat untuk kalangan mahasiswa seperti kami. 

Mulanya begini, dia menceritakan tentang kosnya yang baru. Dia awalnya satu kos dengan saya, tapi karena beberapa alasan yang tidak bisa saya jelaskan disini, akhirnya dia memutuskan untuk move on eh maksud saya pindah kosan. (no baper please). Saya sedikit review, jadi di kos saya ada enam orang teman yang satu jurusan dengan saya, namun mereka semua memutuskan untuk pindah dan meninggalkan saya sendiri (lebay ah). Lalu dia cerita, salah satu teman kami yang juga di kos yang sama, dia menempati kamar exclusive di kos yang baru. Harganya ya kira-kira dapat lah seonggok motor saya tercinta hehehe. Untuk ukuran mahasiswa jurusan saya, yang notabene orangtuanya juga lumayan lah pekerjaannya sebagai wiraswasta di salah satu kota di Jawa Tengah, itu sudah termasuk luar biasa bukan?. Katanya sih kamar kosnya berisi, padahal dia juga punya barang sendiri, jadilah barang yang dia miliki double date *eh salah, double things. Alhamdulillah, semoga betah ya bathin saya dalam hati sembari berpikir, saya tidak tega kalau itu orang tua saya .____. . Yang lebih parah lagi, teman saya tadi juga cerita kalau teman saya ini mendapat kendaraan pribadi sebagai hadiah ulangtahunnya, wah selamat ya! semoga berkah, bathin saya lagi hehehe. Saya kaget, saya kira hidupnya sederhana lho .____. ya bukan maksud saya judge dia dari cover ya. Tapi penilaian pertama saya ketika kenal dia setahun lalu, saya pikir dia jauh dari kesan mewah. Sekali lagi, life changes, time goes by, so it does. Saya cuma bisa berdoa saja semoga apa yang dimilikinya saat ini, tetap menjadikan dia pribadi yang membumi alias tidak lupa daratan ya nak!. Ingat, kita dulu ber-empat pernah jalan kaki demi mencari sesuap nasi :3 sekarang kita sudah beda, saya setia dengan motor bebek saya aja lah. Saya masih pengen jalan keliling Jogja dengan motor meski saya pernah kesasar dua kali tanpa bantuan GPS di daerah pegunungan *oke ini aib -___-. 

Saya cuma bisa bilang, selagi masih muda, masih mahasiswa, kalau masih bisa hidup sederhana mengapa tidak?. Bukankah mahasiswa adalah agent of change?. Belajar, berorganisasi, aktualisasi diri dan rutinitas lainnya adalah makanan kami sehari-hari.

Jadi, nikmati wae lah uripmu sing saiki nduk! urip mung mampir wae ning dunia iki, sesuk yen awakmu wes wayahe, ora ana sing digawa to yo.

Baiklah, begitu yang dapat saya ceritakan. Maaf tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun yang secara tidak sengaja membaca tulisan ini.

Semoga kita semua tetap menjadi pribadi yang sederhana, apa adanya. 

Dec 9, 2015

Bismillaaaah my new world....

                                  
                                                             Bantul, 29 November 2015
Special thanks to:
-Papa Mama for all the affection to me. I am sorry till now, I can give you something more than my respect and love to you both.
-My new partner in crime (kuliah, tutorial, skills lab, praktikum) thanks guys. Hope we are gonna be a professional dentist someday. Do not forget "Muda Mendunia - Unggul dan Islami". I love you all my sqauds :3
-My boarding house mates, yeaaaah thanks for the cake eventhough almost get failed. Thank you for always spend the day with me, tasking together, nocturn people in exam's week (MCQ, OSCE, Responsi) keep calm!!! we still have 21 blocks ahead :3

Thanks for all.... May we grow up not only the age, but the behaviour, the words. 

Aug 18, 2015

Titip Yoo.....

Yang sana kesini
Yang sini kesana
Titip ya
Entah titip apa
Entah titip siapa
Entah kepada siapa
Semoga memang mereka
Agar tiada lagi prasangka
Selamat berbahagia~

Aug 12, 2015

Speechless ...

Halooo, long time no post. Semenjak SNMPTN dan SBMPTN nggak lolos jadi males buka sosmed kecuali yang bisa dibuka di HP (WA, LINE, Telegram, BBM). Let me tell my story.
Mei 2015: hari keramat Sabtu 9 Mei 2015 pukul 17:00 karena nggak sabar dan udah keringat dingin nekat buka pengumuman SNMPTN. Dan hasilnya MERAH. Oke, masih ada SBMPTN. Belajar terus.
Juni 2015: Persiapan SBMPTN 2015, 5 kali Try Out dan alhamdulillah lolos pilihan 2 (Farmasi - UB).
Tapi apa yang terjadi? Kamis 9 Juli 2015 dalam suasana Ramadhan pula. Setelah buka puasa, buka pengumuman SBMPTN. Lagi-lagi, "Anda dinyatakan Gagal SBMPTN 2015." Gimana perasaannya? Bisa ditebak sendiri ya.
Juli 2015: Sebelum pengumuman SBMPTN, nekat lagi mendaftar SPMK UB (Seleksi Penerimaan Minat dan Kemampuan Universitas Brawijaya) . Oh sebelum itu mendaftar UM S1 Universitas Diponegoro juga. Lalu 13 Juli 2015 mendaftar SPMB Universitas Sebelas Maret. Bagaimana hasilnya? Tetap sama. Gagal. Bagaimana rasanya? Udah macam-macam ini rasanya. Sampai yang paling parah "aku nggak kuliah tahun ini tah". Siapa yang sanggup sih melewati semuanya? Ditolak beberapa sekolah, lebih sakit daripada ditolak pacar kan? *maaf analoginya ngawur. Oke kembali bangkit lah. Kalau buka karena orang-orang disekitar yang menyemangati (Orangtua, Kerabat, Kakak Kelas, Teman Sejawat) mungkin udah gamau beneran kuliah tahun ini.

Feb 18, 2015

Welcome The Struggling Months :)

February, March, April, May, June, July, August, and even September. Those are I called as "the struggling months". Why did I call that?. Yeaaah, as we already know we are going to pass many kinds of test, try out, college selection or whatever they are called as. Hmmm... since February 13th 2015, SNMPTN Committee had opened the registration for the twelfth grade in Indonesia. They gave us "right" to choice where will we be? where will we continue our study in college?. For myself, I haven't been registered yet. Because I haven't got the username and password from my teacher hehehe. Aaaah it doesn't make any sense, does it?. Truly, I am just waiting the right time and the right choice to be choosen :). I know it is just Government's Selection not Allah's Selection, so I don't need to be worried at all.

Next, March. All kinds of test in my school would be held here. I just wish the best besides my effort to pass it successfully, aaamin :). I will give the best for my parents , Insha ALLAH I will :)

Whoaaaaa, April! I won't talk about April Moop! It's nonsense! Hahaha. It's National Exam's time. April 13th - April 15th will be the very hard day for Senior High School Student. Good Luck for Us! Don't forget to keep your honesty , Insha ALLAH everything would be easy :)