Jul 1, 2014

Aku dan Kebebasan

Aku kembali membiarkan jemari ini menari gemulai di atas keyboard notebookku tersayang. Rasanya hatiku rindu akan tulisan-tulisanku meskipun aku menyadari benar bahwa aku bukanlah penulis top laiknya Dewi 'Dee' Lestari, idolaku yang begitu cerdas dalam bermain diksi dan menelurkan karya-karya sastra terbaik menurutku. 
Mungkin aku terbilang sebagai newbie dalam dunia tulmenul (tulis-menulis) maksudku. Berawal dari seringnya mendapat tugas untuk membuat suatu karangan mulai dari narasi, deskripsi, cerpen, sampai argumentasi aku mulai terserang syndrome suka menulis, yes!. Pertamanya masih ada rasa kurang percaya diri dengan hasil tulisanku itu berkali-kali aku menghapus diksi yang kurang enak dibaca dari kacamata amatirku, tapi karena takut kehilangan banyak waktu dan inspirasiku juga mulai mengendor aku pun acuh saja. Aku mencoba mensetting pikiranku untuk terus menulis tak peduli sebarapa buruknya rangkaian yang terbentuk, hasil itu tak penting bukan? ada saat-saat tertentu kok untuk mendapatkan hasil terbaik. 
Berbekal keberanian itulah aku kini menetapkan menulis sebagai salah satu hobiku padahal dari masa TK hingga SMP aku selalu menomorsatukan hobi yang lain.